FAZHAM FADLIL
Setelah tinggal hampir 20 tahun di New York, Fazham Fadlil mengejar impiannya berlayar seorang diri dan kembali ke kampung halamannya. Pada tanggal 26 Desember 1992, di tengah musim dingin, dia meninggalkan pelabuhan New York menuju Jakarta dengan perahu layar. Badai di Samudra Atlantik memaksanya kembali ke New YorkEnam bulan kemudian, dia berangkat lagi dengan tujuan yang sama. Juga seorang diri. Dalam buku inilah dia mengisahkan perjalanannya. Penulis mengakui bahwa penulisan buku ini merupakan tantangan tersendiri karena tidak terbiasa menulis. Selain masalah teknis, yang dihadapi penulis adalah kepribadiannya yang agak tertutup.
Tulisan ini tidak lepas dari impian masa kecil penulis untuk bisa berlayar ke tempat-tempat yang jauh. Dari tempatnya berasal, Pulau Buluh di Kepulauan Riau, dia selalu menatap ke arah pulau yang ada di depan pulau tempatnya tinggal. Ia membayangkan, apa yang ada di balik pulau itu, dan juga pulau-pulau lainnya.
Rasa ingin tahu itulah yang mendorongnya untuk mengarungi laut dan mengunjungi pulau-pulau yang sebagian besar tidak berpenghuni tersebut. Rasa ingin tahu itu juga telah mendorongnya untuk pergi dari kampung halaman, dan merantau ke luar negeri selama puluhan tahun. Puluhan negara telah dikunjunginya, dan sebagian ditempuhnya dengan menggunakan perahu layar seorang diri.
" There is no other strength that is beyond the power of dream and hope"